Sleman, 2 Juli 2025 – SMK 17 Seyegan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkualitas dengan mengadakan prosesi adat Munggah Molo dalam rangka pembangunan gedung baru sekolah.
Acara sakral ini dilaksanakan pada Rabu, 2 Juli 2025 dan dibuka oleh Bapak Ari Cahyono, S.Pd., selaku Kepala SMK 17 Seyegan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa selain membangun secara fisik, pembangunan ini juga diiringi dengan nilai-nilai budaya dan spiritual sebagai bentuk syukur dan harapan akan keselamatan.
Upacara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Suwanto, diikuti oleh seluruh pekerja dan perwakilan warga sekolah. Doa ini menjadi simbol permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa halangan, serta memberikan keberkahan bagi siapa pun yang nantinya menempati gedung tersebut.
Upacara Munggah Molo, yang juga dikenal sebagai Munggah Balungan, adalah tradisi adat Jawa yang dilakukan saat pemasangan kerangka atap (molo) dalam proses pembangunan rumah atau gedung. “Munggah” berarti “naik” dan “Molo” adalah kerangka atap. Tradisi ini sarat makna: rasa syukur, perlindungan, keselamatan, serta harapan kelancaran dalam proses pembangunan.
Dengan melaksanakan Munggah Molo, SMK 17 Seyegan tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur kepada peserta didik bahwa pembangunan fisik harus selalu sejalan dengan pembangunan karakter dan spiritualitas.
Tag : #SMK17Seyegan #MunggahMolo #GedungBaru #AdatJawa #PendidikanBerkualitas #BanggaJadiSMK