Seyegan, 17 Juli 2025 — SMK 17 Seyegan sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari Rabu dan Kamis, 16 dan 17 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian MPLS Tahun Pelajaran 2025/2026 yang bertujuan membekali peserta didik baru kelas X agar lebih siap menghadapi dinamika dunia pendidikan kejuruan, baik secara akademik, mental, sosial, maupun spiritual.
Hari Rabu, 16 Juli 2025, diawali dengan Pertemuan Pagi Ceria bersama Bapak Edi Dwiantoro, S.Ds. yang menyampaikan pesan-pesan motivasi dan pentingnya semangat belajar di lingkungan baru. Materi dilanjutkan dengan pembekalan tentang kenakalan remaja serta pencegahan intoleransi dan radikalisme yang disampaikan secara interaktif. Sesi ini menjadi sangat penting sebagai upaya membentuk karakter siswa yang santun, inklusif, dan siap menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat.
Salah satu materi yang sangat diapresiasi adalah sesi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang membawakan materi Satuan Pendidikan Aman Bencana. Para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga diajak simulasi evakuasi dan mitigasi. “Materi ini mengajarkan kami cara menghadapi bencana secara tenang dan terstruktur. Saya jadi sadar pentingnya kesiapsiagaan, bukan hanya untuk di sekolah, tapi juga di rumah,” ujar Rafli, siswa kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.
Kegiatan berlanjut dengan sesi pengembangan potensi dan pengenalan ekstrakurikuler yang disampaikan oleh Bapak Eko Priyanto, A.Md. dan Ibu Husnul Sadarmi, S.Pd. Siswa diperkenalkan dengan berbagai kegiatan positif di luar kelas yang dapat mengembangkan bakat dan membentuk kepribadian. “Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga aktif, kreatif, dan memiliki ruang berekspresi,” jelas Ibu Husnul Sadarmi dalam sesi wawancara.
Kamis, 17 Juli 2025, rangkaian MPLS dilanjutkan dengan materi Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA yang disampaikan oleh tim dari BNN. Mereka menyampaikan fakta, dampak, dan langkah preventif agar siswa terhindar dari pengaruh negatif narkoba. Disusul dengan materi Literasi Digital dan Konten Media Sosial yang Sehat oleh perwakilan dari dunia usaha/dunia industri. Para siswa diajak untuk menjadi pengguna media sosial yang bijak, kritis, dan produktif. “Di era digital, kami ingin siswa mampu memilah informasi dan tidak mudah terpengaruh hoaks maupun konten destruktif,” jelas Bapak Deny Riky Prasetyo, S.Pd., salah satu pemateri.
Sementara itu, Kepala SMK 17 Seyegan, Bapak Ari Cahyono, S.Pd., menyampaikan bahwa MPLS tahun ini dikemas secara edukatif dan humanis. “Kami tidak hanya memperkenalkan gedung dan aturan sekolah, tetapi juga membangun kesadaran karakter, kepedulian sosial, serta kesiapan siswa menghadapi masa depan. MPLS adalah fondasi awal membentuk pelajar Jogja yang santun, mandiri, dan berdaya saing,” ungkapnya saat memberikan sambutan di apel penutupan.
Di akhir kegiatan, suasana haru dan semangat tampak menyelimuti para peserta didik baru. Banyak dari mereka mengaku merasa diterima dan semakin yakin menempuh pendidikan di SMK 17 Seyegan. “Saya awalnya gugup masuk sekolah baru, tapi setelah ikut MPLS, saya merasa nyaman dan termotivasi. Guru-gurunya ramah dan banyak materi yang membuka wawasan saya,” kata Jia, siswi kelas X jurusan BDP.
Tag : #MPLS2025 #MPLSSMK17Seyegan #HariKeduaMPLS #SMK17Seyegan #SekolahHebat #PendidikanKarakter #PHBSRemaja #AntiKorupsiSejakDini #GenerasiSehat #PendidikanPemilihMuda #ProfilLulusanSMK #RohaniPelajar #KegiatanSekolah #SMKHebat2025 #SiswaBaruBerprestasi #MPLSRamahInspiratif #MPLSBersamaPuskesmas #ApelSiangSMK17 #MPLSTerbinaBerkarakter #BanggaJadiSMK