Sleman, 3 Juli 2026 – SMK 17 Seyegan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada seluruh peserta didik yang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah dengan mendaftarkan seluruh siswa peserta PKL sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga memperoleh perlindungan apabila mengalami risiko kecelakaan kerja selama berada di dunia industri.
Pada Kamis, 2 Juli 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, salah seorang siswa SMK 17 Seyegan, Satrio Widi Nur Sejati, siswa Kelas XII Program Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV), mengalami kecelakaan kerja saat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kecelakaan terjadi ketika Satrio sedang mengoperasikan mesin laminasi. Dalam proses pekerjaan tersebut, jari tangan kiri Satrio terjepit mesin hingga mengalami luka sobek yang menyebabkan pendarahan cukup banyak. Pihak tempat PKL segera memberikan pertolongan pertama dan membawa Satrio ke Rumah Sakit At-Turoth Al Islamy Yogyakarta untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Setelah menjalani pemeriksaan oleh tim dokter, Satrio kemudian menjalani tindakan operasi pada jari tangan kirinya. Alhamdulillah, proses operasi berjalan dengan lancar dan saat ini kondisi Satrio dalam keadaan stabil serta masih menjalani masa pemulihan di rumah sakit.
Seluruh biaya pemeriksaan, tindakan operasi, perawatan, hingga pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan. Penjaminan tersebut dapat terlaksana karena sebelum diberangkatkan ke lokasi PKL, seluruh siswa SMK 17 Seyegan telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja selama melaksanakan praktik di dunia usaha maupun dunia industri.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap peserta didik, pada Jumat, 3 Juli 2026, Bapak Eko Priyanto selaku Ketua Tim Penempatan PKL SMK 17 Seyegan, bersama Bapak Sony Sananta, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman, yang didampingi oleh Bapak Budi Ade Sulistyo selaku Account Representative Khusus (ARK) BPJS Ketenagakerjaan Sleman, mengunjungi Satrio di Rumah Sakit At-Turoth Al Islamy Yogyakarta.
Kunjungan tersebut bertujuan memberikan dukungan moral kepada Satrio beserta keluarga, memastikan kondisi kesehatan siswa, sekaligus memastikan seluruh hak peserta BPJS Ketenagakerjaan telah diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Eko Priyanto menyampaikan bahwa keselamatan peserta didik merupakan prioritas utama sekolah.
“SMK 17 Seyegan selalu berkomitmen memberikan perlindungan terbaik kepada seluruh peserta didik selama menjalankan Praktik Kerja Lapangan. Oleh karena itu, seluruh siswa kami daftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sebelum berangkat PKL. Kami berharap Satrio segera pulih dan dapat kembali beraktivitas serta melanjutkan pendidikannya dengan baik. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan industri.”
Sementara itu, Bapak Sony Sananta menyampaikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan perlindungan kepada pekerja, termasuk peserta didik yang sedang melaksanakan PKL.
“Program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan memberikan jaminan kepada peserta apabila terjadi risiko kecelakaan kerja. Kami mengapresiasi langkah SMK 17 Seyegan yang telah mendaftarkan seluruh siswanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sebelum menjalani PKL. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh pelayanan kesehatan dan manfaat jaminan secara optimal tanpa terbebani biaya pengobatan.”
Di sisi lain, Bapak Jumadi, selaku orang tua Satrio Widi Nur Sejati, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu putranya.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada SMK 17 Seyegan, BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman, pihak tempat PKL, serta seluruh tenaga medis Rumah Sakit At-Turoth Al Islamy Yogyakarta yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada anak kami. Alhamdulillah seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan sehingga kami dapat lebih tenang mendampingi proses pemulihan Satrio. Semoga kerja sama yang baik ini terus memberikan manfaat bagi seluruh siswa.”
Bapak Ari Cahyono selaku Kepala SMK 17 Seyegan mengimbau seluruh peserta didik yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan agar senantiasa mematuhi prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), menggunakan alat pelindung diri sesuai standar, serta mengikuti arahan dari pembimbing industri untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
SMK 17 Seyegan akan terus meningkatkan kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, dan BPJS Ketenagakerjaan guna memastikan setiap peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang aman, nyaman, dan terlindungi selama mengikuti Praktik Kerja Lapangan.
Tag : #smk17seyegan #pkl #bpjs #bpjstk #smkbisa #seyegan #sleman #diy #kecelakaankerja