Tanggal 23 Juli setiap tahunnya kita peringati sebagai Hari Anak Nasional. Peringatan ini menjadi momen penting untuk kembali menegaskan bahwa anak-anak adalah aset berharga bangsa, generasi penerus yang akan menentukan masa depan Indonesia. Di SMK 17 Seyegan, kami melihat Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai pengingat bahwa pendidikan yang berpihak pada anak adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga.
Di tengah perkembangan zaman yang pesat, anak-anak Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks. Mulai dari perubahan pola asuh, kecanduan gawai, hingga meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak. Sebagai lembaga pendidikan, kami prihatin terhadap situasi ini. Anak-anak semestinya tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan menyenangkan—baik secara fisik, emosional, maupun sosial.
Kondisi terkini juga menunjukkan bahwa banyak anak masih menghadapi kendala dalam mengakses pendidikan yang layak, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Ketimpangan ini tentu memerlukan perhatian semua pihak. Pendidikan harus hadir tanpa diskriminasi, membuka ruang bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya.
Sebagai pendidik, saya percaya bahwa anak-anak bukanlah beban, tetapi tanggung jawab mulia yang harus dijaga dan dibimbing dengan penuh kasih. Kita semua—orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat—memiliki peran penting dalam menjamin terpenuhinya hak-hak anak. Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu, perlindungan dari kekerasan, serta ruang untuk berekspresi dan tumbuh sesuai potensinya.
Di SMK 17 Seyegan, kami berkomitmen menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi siswa. Kami berupaya menciptakan budaya positif di lingkungan sekolah melalui pendekatan ramah anak, penguatan karakter, serta pemberdayaan siswa dalam berbagai kegiatan. Kami percaya bahwa anak yang dihargai dan diberi kepercayaan akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mandiri.
Momentum Hari Anak Nasional juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik semata, tetapi juga dari karakter, empati, dan kemampuan anak dalam menghadapi kehidupan. Oleh karena itu, kami mendorong seluruh tenaga pendidik untuk terus memperkuat peran sebagai pendamping dan teladan bagi anak-anak.
Akhir kata, mari jadikan Hari Anak Nasional tahun 2025 ini sebagai titik tolak untuk memperkuat komitmen kita dalam menjamin hak-hak anak. Kita wujudkan Indonesia yang ramah anak, dimulai dari rumah, sekolah, hingga lingkungan masyarakat. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. Selamat Hari Anak Nasional!
Ari Cahyono, S.Pd
Kepala SMK 17 Seyegan
Tag : harianaknasional han indonesiahebat han2025 smk17 seyegan sleman yogyakarta